RumahJabodetabek.id. Depok adalah kota yang paling dicari oleh pasangan muda yang baru menikah dan bekerja di Ibukota Jakarta. Dipilih karena mudah transportasinya untuk sampai ke ibukota, dan harga rumahnya juga termasuk lebih murah. Itulah mengapa membeli perumahan murah di Depok adalah prioritas bagi pasangan muda yang baru saja menikah, dan bekerja di kota besar.

Membeli rumah bukan hal yang mudah, apalagi jika ini adalah kali pertama membeli rumah tanpa bantuan siapapun. Ada banyak informasi yang harus dikumpulkan, dan bahkan juga mencari berbagai tips untuk mencari perumahan murah di Depok yang bagus. Banyak kasus yang terjadi di mana pasangan muda tak memiliki perencanaan dan hitungan yang tepat, sehingga mendapatkan rumah yang kurang memuaskan.

Sebelum memilih rumah yang akan dibeli, maka pastikan kita sudah mencari informasi yang cukup mengenai lingkungan perumahan tersebut, akses transportasinya, harganya dan lain sebagainya.

Tips Membeli Rumah di Depok

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, ada beberapa tips yang harus diikuti sebelum memilih perumahan murah di Depok untuk pasangan yang baru menikah. Antara lain adalah sebagai berikut ini :

  1. Hitunglah anggaran dengan cermat

Karena membeli rumah adalah sebuah urusan jangka panjang, maka tips yang pertama adalah supaya anggaran untuk membeli rumah dihitung dengan secermat mungkin. Cobalah untuk menghitung dengan lebih cermat berapakah total untuk biaya serta ongkos pembelian rumah tersebut. Hitungan yang harus disiapkan adalah dimulai dengan uang muka atau DP, lalu berapa cicilannya per bulannya, biaya pajak dan bunga, asuransi dan berbagai utilitas lainnya. Misalnya adalah pemasangan infrastruktur di rumah, ongkos tambahan yang diperlukan, ongkos pulang pergi dan sebagainya.

Banyak sekali yang tergiur iklan cicilan murah tiap bulannya, akan tetapi tetap saja ada tambahan biaya lain, yang belum dihitung dan saat dihitung totalnya bikin mengelus dada. Cobalah untuk menghitungnya dengan kebutuhan rumah tangga kita, selama beberapa tahun ke depan. Baiknya diupayakan supaya hanya sekitar 30% saja dari total penghasilan kita dan pasangan jika digabungkan.

  • Harus lakukan riset dan juga membandingkan sumber pinjamannya

Apabila ingin membeli rumah dalam sistem mencicil atau KPR, maka jangan pernah malas dan bosan untuk melakukan riset untuk membandingkan tawaran KPR dari berbagai bank. Mengingat sekarang bank pasti memberikan tawaran bunga pinjaman yang beragam, kenali dan carilah yang syariah supaya bisa menyesuaikan akadnya, serta tak ada bunga. Namun untuk bank konvensional memang ada opsi menggunakan bunga tetap, bunga fluktuatif, dan lain sebagainya. Jangan merasa ragu untuk banyak bertanya, supaya lebih jelas dan tidak merugikan diri kita sendiri.

  • Harus memiliki rekam jejak kredit yang baik-baik saja

Tips berikutnya adalah pastikan untuk memiliki riwayat kredit yang baik, sebab bisa saja proses KPR dan pencairan pinjaman dana kita lebih berbelit lagi. Apalagi jika riwayat pelunasannya terbilang buruk, maka bisa lebih merepotkan lagi. Setidaknya bereskan semua hutang tersebut sebelum mengajukan KPR. Minimal, tak ada hutang dengan jumlah yang sangat tinggi karena penyedia dana pastinya akan selalu melihat dan juga menghitung rasio utang kita. Apabila setelah dihitung tetap terlalu tinggi, sangat kecil kemungkinan kita bisa dapatkan persetujuan pinjaman untuk membeli rumah yang diidamkan.

  • Biasakan membaca kontraknya secermat mungkin

Kebiasaan orang Indonesia adalah malas membaca surat kontrak, sehingga banyak kasus yang terjadi karena tak paham isi kontrak dengan benar. Maka karena itu, untuk yang ingin membeli perumahan murah di Depok baiknya membaca surat kontrak atau berbagai dokumen yang terkait dengan pembelian rumah tersebut. Apabila ada hal yang kurang mengerti, maka kita bisa bertanyasampai jelas. Kita juga punya hak untuk negosiasi, apabila ingin mengubah isi kontrak dan jika misalnya bank ataupun agennya masih enggan untuk menjelaskan pertanyaan kita, maka para pakar biasanya langsung menyarankan untuk mencari bank maupun agen lain, sebab transaksi yang tak terbuka berisiko merugikan kita.

  • Lakukan survey dan pelajarilah lingkungan rumah

Karena rumah yang dipilih adalah rumah untuk tempat tumbuh dan berkembangnya anak-anak, maka pastikan lingkungan sekitar rumahnya juga kondusif. Lakukan survey untuk melihat lingkungan sekitar rumah, seperti apa gambaran lingkungan dan calon tetangga nantinya. Pastikan sudah sesuai dengan pola hidup impian kita dan keluarga.

  • Siapkan dana untuk perabotan

Kita juga harus menyiapkan biaya khusus untuk perabot rumah, lho. Jangan sampai setelah kita membeli rumah, ternyata tak ada isinya dan bingung sendiri untuk beraktivitas dalam rumah. Yang paling penting untuk dimiliki terlebih dahulu adalah tempat tidur, alat masak dan juga alat mandi. Kemudian kita bisa memikirkan barang-barang lainnya seperti lemari dan meja rias, alat elektronik dan berbagai macam perabotan lain.

  • Biasakan untuk melakukan pemisahan anggaran

Berikut adalah sebuah tips untuk membeli rumah dari seorang perencana keuangan kenamaan, Laueren Prince dari Prince Financial Advisory. Biasakan untuk memisahkan serta memberi kategori untuk pengeluaran. Bagilah menjadi tiga kategori, yakni comfortable, survival dan liveable. Jadi kita bisa tetap mencicil rumah, sekaligus bisa mengatasi kebutuhan lainnya dan tak tergoda untuk barang-barang yang tak perlu.

  • Tak usah menunggu harga pasar turun

Wajar jika kita ingin membeli sesuatu yang bagus dengan harga yang lumayan murah, sehingga mau menunggu lebih lama demi mendapatkan harga yang cocok. Akan tetapi hal itu tak berlaku untuk properti, sebab pergerakannya tak pasti dan apabila hunian tersebut cocok dengan selera, termasuk harganya masih ada dalam jangkauan, maka sebaiknya lekas dibeli. Jika menunggu harga turun atau hal-hal lainnya, bisa-bisa kita kehilangan kesempatan untuk mendapatkan rumah impian kita, lho!

  • Rumah yang besar tak selalu baik

Jangan terpaku pada ukuran rumah saja, sebab intinya adalah menyesuaikan dengan kebutuhan kita. Selain itu lihat juga di sekitar lingkungan tempat tinggal, apabila rumahnya tinggi dan besar sementara rumah lain biasa saja, maka biasanya susah untuk dijual kembali dengan harga tinggi.

  1. Jangan mudah tergoda dengan nafsu

Banyak yang membeli rumah dengan mengandalkan nafsu atau emosi sesaat. Misalnya karena senang dengan warna catnya, ada kolam ikan yang indah dan hal-hal kecil yang personal. Ingatlah bahwa rumah adalah investasi jangka panjang, jangan sampai tergoda hal kecil melupakan faktor-faktor penting lainnya untuk sebuah hunian.

Nah, demikian adalah tips membeli perumahan murah di Depok yang bisa dicoba, apalagi untuk yang baru memulai pernikahan. Jangan lupa juga untuk mengkomunikasikan dengan pasangan, sebab pasangan juga memiliki hak yang sama dalam menentukan hunian, sehingga bisa mendapatkan jalan keluar rumah yang nyaman dan aman sesuai dengan harapan. Semoga artikel ini membantu.

0 Komentar